Langsung ke konten utama

Postingan

Bagaimana Orang “BESAR” Melakukan Perubahan ?

Terkadang kita ini terlalu banyak menggunakan waktu, tenaga, dan pikiran untuk sesuatu di luar diri kita. Juga terlalu banyak energi dan potensi kita untuk memikirkan selain diri kita, baik itu merupakan kesalahan, keburukan, maupun kelalaian. Namun ternyata sikap kita yang kita anggap kebaikan itu tidak efektif untuk memperbaiki yang kita anggap salah. Banyak orang yang menginginkan orang lain berubah, tapi ternyata yang diinginkannya itu tak kunjung terwujud. Kita sering melihat orang yang menginginkan Indonesia berubah. Tapi, pada saat yang sama, ternyata keluarganya ‘babak belur’, di kampus tak disukai, di lingkungan masyarakat tak bermanfaat. Itu namanya terlampau muluk. Jangankan mengubah Indonesia, mengubah keluarga sendiri saja tidak mampu. Banyak yang menginginkan situasi negara berubah, tapi kenapa merubah sikap adik saja tidak sanggup. Jawabnya adalah: kita tidak pernah punya waktu yang memadai untuk bersungguh-sungguh mengubah diri sendiri. Tentu saja, jawaban ini tida...

Menjadi BESAR

Berlari kau dengan langkah kakimu yang kecil Bertepuk tangan dengan tangan-tanganmu yang kecil Bercanda tawa dengan teriakan suaramu yang kecil Begitu lepasnya mereka berguling di tepi danau kecil Tak peduli dengan kicauan burung-burung kecil Inilah kebahagiaan seorang bidadari kecil Tanpa terasa telah habis waktu semasa kecil. Kini Ia telah beranjak dewasa dengan jiwa yang besar Yang mencoba berlari dengan langkah kakinya yang besar Berjabat tangan dengan kekuasaan yang besar Bahkan menangis dan tertawapun dengan suara yang besar Begitu sering muncul tekan jiwa dari persoalan besar Inilah kehidupan mereka yang sering merasa "besar"   Merasa "besar" kepala, yang merasa "besar" Diri , merasa senang dengan gelar 'kebesarannya' kadang tidak merasa memiliki kemarahan dan kebencian yang besar yang tidak merasa memiliki Kesombongan dan keangkuhan yang besar Tanpa terasa telah habis waktunya dengan semua itu. Bila bisa menaklukan diri sendiri, membuat...

MENGGUNAKAN BEI SEBAGAI WAWANCARA DALAM PROSES REKRUTMEN DAN SELEKSI

Dalam penggalian data baik kebutuhan riset dan praktis, baik dalam penelitian dan organisasi  melalui  metode wawancara hingga saat ini masih dirasakan perlu dilakukan. Saya memiliki anggapan bahwa interiew merupakan metode lama dan akan selalu dibutuhkan selama manusia sebagai makhluk sosial dan membutuhkan komunikasi. Karena manusia merupakan komunikan. Salah satu metode wawancara yang saat ini banyak digunakan adalah Behavioral Event Interview atau BEI. Istilah ini merupakan pengembangan teknik wawancara kandidat yang ditemukan oleh David McClelland, pengarang buku Competence at Work sekaligus guru besar di Harvard University BEI merupakan metode wawancara yang digunakan untuk berbagai kebutuhan di organisasi. Tidak hanya untuk rekrutmen dan seleksi saja, namun juga digunakan untuk melakukan analisis jabatan untuk pembuatan job descripton atau untuk keperluan coaching dan conseling. Sebenarnya apa sih yang disebut dengan Behavioral event Interview (BEI)? Teknik ini mer...

PENTINGNYA UMPAN BALIK UNTUK PEMBELAJARAN DAN PERUBAHAN PERILAKU

Dalam hidup dan kehidupan kita di tengah-tengah masyarakat tidak mungkin tanpa adanya proses umpan balik. Dengan bertanya  kepada seseorang tentang sesuatu hal dan kemudian direspon maka itulah  umpan balik. Bahkan dengan mendengar saja ucapan seseorang dan kemudian disimak maka akan timbul reaksi berupa  umpan balik.  Dengan demikian  dari umpan balik, tiap individu akan memperoleh manfaat. Bagaimana umpan balik di dunia kerja?dan bagaimana juga umpan balik dari hasil test atau psikotest atau asessment individual. Umpan balik sangat erat hubunannya dengan belajar dan perubaha perilaku. Tanpa umpan balik dari  manajer, karyawan tidak memiliki kapasitas untuk merefleksikan, mengubah, dan memelajari sesuatu.  Model akuntabilitas yang diterapkan membutuhkan karyawan yang mengetahui bagaimana mereka mengerjakan sesuatu berdasarkan pada informasi dan standar yang jelas dan tidak  ambigu. Dengan demikian mereka dapat memodifikasi apa yang merek...

GURU dan Pendangkalan Makna

Sore hari sedang menuju perjalanan pulang ke kantor, terdengar lagu “Umar Bakrie” yang dinyanyikan oleh Iwan Fals di radio mobil. Umar Bakri Umar Bakri Pegawai negeri Umar Bakri Umar Bakri Empat puluh tahun mengabdi Jadi guru jujur berbakti memang makan hati Umar Bakri Umar Bakri Banyak ciptakan menteri Umar Bakri Profesor dokter insinyurpun jadi (Bikin otak orang seperti otak Habibie) Tapi mengapa gaji guru Umar Bakri Seperti dikebiri Tiba-tiba ada keinginan menulis mengenai GURU. Namun bukan masalah ekonomi dan social seorang guru yang dilukiskan di lagu Umar Bakri, namun lebih kepada filosofis makna dari kata GURU itu sendiri. Jika kita lihat dari data statistik yang ada sekitar kurang lebih 300.000 guru yang tersebar dengan tidak merata dari Indonesia barat ke timur. Dengan jumlah terbanyak berada di kawasan Indonesia barat. ( sumber: http://nign.jardiknas.org/cont/data_statistik/index.php ). Hal ini juga terkat dengan   artikel tentang akan kelebihan guru di ...

Maknakata MAAF

Suatu pagi setelah kuliah pagi di kampus di sudut kota Jogja, seorang mahasiswa bertanya padaku, "Mas lebih susah mana meminta maaf atau memberi maaf?" (Mmmhhh.. Pertanyaan bagus. Umum sih tapi bagus. Sekilas emang mudah untuk menjawabnya tapi jika dipikir lagi gak akan seperti yang terlihat. Memang keduanya memiliki kedudukan dan tujuan yang sama yaitu meniadakan sebuah kesalahan dan dampaknya bagi kedua belah pihak.) "Menurutku lebih susah meminta maaf dan tentunya yang dimaksud adalah sebuah permintaan maaf yang tulus yang datang dari hati dengan maksud mengakui segala kesalahan dan kekhilafan serta berjanji tidak akan mengulanginya di masa yang akan datang dengan alasan apapun." "Kok bisa mas?" "Iya. Untuk mengakui sebuah kesalahan terlebih dahulu kita harus tahu kalo kita telah berbuat salah." "Yo mesti." "Lho dikandani kok ngeyel. Karena penyakit orang dewasa ini adalah penyakit superioritas. Merasa diri...