Langsung ke konten utama

Postingan

Marah itu Sehat

“Controlling Anger -- Before It Controls You” Marah merupakan emosi dasar yang dimiliki oleh seorang manusia dan pernah dialami oleh semua orang. Dan kemarahan juga merupakan salah satu bentuk dalam mengkspresikan diri terhadap situasi yang tidak sesuai, tidak menyenangkan, pada saat kita terluka, tindakan / perilaku yang tidak pantas kita terima, dan lain sebagainya. Marah pada setiap orang berbeda-beda, baik kenapa kemarahan itu timbul dan berapa lama marah terjadi. Ada orang yang mudah marah dan ada yang sangat lama. Bahkan ada juga yang belm mampu mengungkapkan/mengekspresikan kemarahannya. Kemarahan dapat bersifat konstruktif atau destruktif. Kemarahan merupakan sebuah tanda dalam diri bahwa ada sesuatu yang tidak benar. Bagaimana diri dapat mengelola situasi marah bagi kesehatan diri. Ketika mengekspresikan kemarahan, tekanan darah naik dan hormon stress mengalir, bisa “meledak” kapan saja dan dimana saja tanpa memperhatikan lingkungan sekitarnya. Ketidakterkendaliannya kemarah...

Renungan

Watch your thoughts; they become words. Watch your words; they become actions. Watch your actions; they become habits. Watch your habits; they become character. Watch your character; it becomes your destiny Maslow - revisited Setiap orang akan mempunyai “sesuatu” yang tidak pernah lepas dari ingatan dan terus menerus menetap dibenaknya. Hal inilah seakan-akan sebagai suatu impian baginya. Sebagai sesuatu kalau dipunyai akan merasa “hidupnya bermakna”. Orang awam menyebutnya sebagai obsesi dan kalau Malow menyebutnya sebagai meta needs – suatu kebutuhan diatas kebutuhan lainnya. Saya mengacu kepada Maslow, bukan karena saya 100% menyetujui teorinya, akan tetapi bisa kita jadikan bahan sebagai dasar untuk diskusi. Setelah itu kita bisa mengacu kepada konsep atau dasar pemikiran lain. Sebagaimana juga beberapa pakar teori menyanggah bahwa jenjang kebutuhan itu tidak ada dan sukar untuk dibuktikan. Karena sifat kebutuhan manusia itu dinamis dan juga kehidupan manusia tidak selalu ajeg (kon...

Khidmat Bercinta dengan Tanah Air

  “Kopi pagi” yang hangat disaat matahari mulai meninggi. Obrolan yang bersemangat ditampakkan oleh sahabat yang notabene adalah Senior saya. Hari itu, di universitas pancasila di fakultas psikologi. Pak Sonny, yang saat ini menjabat dekan fakultas psikologi, menyapa ramah di sela-sela kesibukannya. Menarik dan Cerah !! ini akibat minum “kopi Pagi”. Perbincangan mengenai harapan dan doa sebagai individu yang berada di Indonesia untuk membuat kehidupan menjadi lebih baik. Sebelum pada hal-hal yang dibicarakan, saya coba mengulas judul yang diberikan pada tulisan kali ini. Khidmat bercinta dengan tanah air, yaitu sebuah kerinduan yang sifatnya sangat sakral dalam ketulusan hati untuk terus “bercinta”. Bercinta ini merupakan tindakan-tindakan yang mulia dan sakral dilandaskan pada tujuan untuk membangun kehidupan yang lebih baik. Sedangkan “tanah air” adalah merupakan materi kehidupan yang ada di sekitar kita. Tanpa mereka, kita tidak dapat hidup dan kita sangat membutuhkannya. Terkadang ...

KAITAN INTEGRITAS DAN KEPEMIMPINAN

Kepemimpinan adalah perihal memotivasi orang untuk menjalankan dan mencapai misi organisasi. Dalam usaha mencapai tujuan ini, persatuan, kepercayaan, dan harga diri akan berkembang. Seorang pemimpin yang baik membantu berkembangnya kualitas-kualitas ini, namun kegagalan membangun integritas akan meracuni semua kesatuan yang ada, menghancurkan kepercayaan antarsesama, dan mematahkan persatuan organisasi. Jika ada beragam kualitas kepemimpinan, integritas hanyalah sebuah pertanyaan sederhana yang bisa dijawab dengan ya atau tidak-Anda memiliki integritas atau tidak. Untuk alasan tersebut, seorang pemimpin haruslah menunjukkan standar integritas yang tertinggi. Karakteristik Integritas Berdasarkan pengalaman, saya menemukan bahwa pemimpin yang berintegritas menunjukkan sikap tulus dan konsisten, memiliki keteguhan hati dan karakter, dan merupakan seorang yang mampu bertahan sampai akhir. Ketulusan Ketulusan adalah perilaku tanpa kepura-puraan dan kesan yang palsu. Pemimpin yang beri...

Menjadi Dewasa adalah Pilihan, menjadi Tua Pasti (reload)

“Ada banyak cara menjadi dewasa, kadang begitu mudah semudah membaca buku dan menemukan kearifan di tiap lembarnya. Bahkan ada yang lebih mudah, seperti bercermin pada setiap kejadian yang terjadi pada orang lain. Tapi tidak jarang, kita harus menempuh jalan yang begitu berat untuk menjadi dewasa dan sadar. Kita mesti melewati sungai fitnah yang deras, kudu membelah rimba cobaan dengan kerja dan sabar, bahkan kita harus penuh luka sebelum akhirnya memetik hikmah dan menjadi dewasa. Ada yang berhasil, namun banyak pula yang gugur di tengah jalan.” Jika hal ini kita analogikan pada dunia kerja, khususnya pada diri sendiri, saat ini saya dan kita masih pada proses menuju sebuah ”Kedewasaan”. Tapi yang menjadi hal yang sangat kritis adalah, “bagaimana melalui proses menuju dewasa tersebut dapat dilalui dengan baik?” Berbagi wacana pemikiran, mengenai menjadi orang yang DEWASA. Apakah TUA menjadi sebuah ukuran kedewasaan ?. BUKAN adalah jawaban tunggal yang dapat kita yakini dalam proses me...

Pahlawan Adalah Sikap Hidup

Oleh : Sarwono Kusumaatmadja BERBINCANG tentang kepahlawanan, tak akan pernah ketinggalan momen, meski kita tmemiliki tanggal 10 Nopember, sebagai hari pahlawan, untuk mengenang pertempuran mempertahankan kemerdekaan di Surabaya beberapa puluh tahun silam, 10 November 1945. Lalu apa konteksnya bagi kita sebagai generasi berikutnya yang hidup hari ini dan akan datang ? Seperti sebuah mobil yang membutuhkan kaca spion untuk melihat keadaan samping dan belakang, agar dapat melaju ke depan dengan aman, demikian pula kita sebagai bangsa membutuhkan sejarah guna belajar dari masa lalu, meneruskan semangat dan cita-citanya demi hari ini dan masa depan kita sebagai sebuah bangsa yang besar. Kita dan generasi yang akan datang, selalu akan terus-menerus memaknai kepahlawanan dengan dimensi kekinian sesuai dengan tantangan dan nafas jamannya masing-masing. Bagi kita yang hidup hari ini, makna kepahlawanan bukan pada bagaimana memanggul senjata dan bertempur secara fisik, namun lebih kepada bagaim...

Menjadi Dewasa adalah Pilihan

“Ada banyak cara menjadi dewasa, kadang begitu mudah semudah membaca buku dan menemukan kearifan di tiap lembarnya. Bahkan ada yang lebih mudah, seperti bercermin pada setiap kejadian yang terjadi pada orang lain. Tapi tidak jarang, kita harus menempuh jalan yang begitu berat untuk menjadi dewasa dan sadar. Kita mesti melewati sungai fitnah yang deras, kudu membelah rimba cobaan dengan kerja dan sabar, bahkan kita harus penuh luka sebelum akhirnya memetik hikmah dan menjadi dewasa. Ada yang berhasil, namun banyak pula yang gugur di tengah jalan.” Jika hal ini kita analogikan pada dunia kerja, khususnya pada diri sendiri, saat ini saya dan kita masih pada proses menuju sebuah ”Kedewasaan”. Tapi yang menjadi hal yang sangat kritis adalah, “bagaimana melalui proses menuju dewasa tersebut dapat dilalui dengan baik?” Berbagi wacana pemikiran, mengenai menjadi orang yang DEWASA. Apakah TUA menjadi sebuah ukuran kedewasaan ?. BUKAN adalah jawaban tunggal yang dapat kita yakini dalam proses m...